Berinvestasi di Hutan Tanam Industri perkebunan Sengon dan Jabon saat ini sangat menarik, karena tidak perlu menunggu lama sampai puluhan tahun seperti jenis pohon lainnya, hanya dalam 5-7 tahun investasi perkebunan ini sudah bisa kita panen dan industri perkayuan sampai industri kertas sdh menunggu kayu sengon hasil panen kita.

Program investasi perkebunan Sengon dan Jabon sangat cocok bagi anda yang sedang mempersiapkan tabungan dana pensiun atau tabungan dana pendidikan anak.

Sebagai ilustrasi dengan modal awal 50juta-an kita bisa memiliki

- Luas Kebun pohon sengon seluas 1 hektar

- Jumlah pohon 2500 btg pohon

- Status tanah sewa/kontrak selama 7 tahun.

Potensi Pendapatan :

1. Panen Penjarangan Tahun ke 3 dan ke 5 : 75 % btg pohon dapat menghasilkan Rp.85 juta-an

2. Panen Raya Tahun ke 7 : 25 % dari 2500 tangkal , 1,5 m3 /tangkal dengan harga Rp.700rb/m3 dapat menghasilkan Rp.500 jt-an

Keterangan Lengkap klik : Analisa Usaha

Tampilkan postingan dengan label investasi perkebunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi perkebunan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Maret 2011

Dana Pensiun, Solusi Alternatif


Kita terkadang bingung saat masa pensiun datang, karena biasanya terjadi ketidakstabilan keuangan keluarga, terlebih jika perusahaan tempat kita bekerja tidak menyediakan layanan tabungan dana pensiun secara profesional. Jangan biarkan hal itu terjadi pada diri kita, sekarang banyak program tabungan pensiun yang menawarkan jasa layanannya tapi tidak menambah jumlah aset kita secara signifikan. 

Untuk itu kami bersedia membantu anda mempersiapkan Dana pensiun dengan mengalokasikan aset anda dalam investasi di perkebunan yang aman dan lebih menguntungkan, bahkan bila dibandingkan deposito bank sekalipun. 

Keuntungan lainnya kita sudah ikut melestarikan alam dan menjaga hijaunya lingkungan kita serta memberdayakan para petani. 

Sabagai ilustrasi : dgn modal awal 40-an jt dlm 5 tahun BEP+ anda terima : 60-an jt dan tahun ke-7 : 400-an juta. 

perhitungan ilustrasi ini dibuat berdasarkan realita usaha perkebunan saat ini.